Vaksin Berbasis Bioteknologi: Cara Kerja dan Perkembangannya

September 26, 2026
4 minutes read

Selalu ada inovasi baru setelah munculnya teknologi, salah satunya adalah vaksin. Selama bertahun-tahun, para peneliti merancang vaksin berbasis bioteknologi untuk mencegah infeksi penyakit. Hanya saja, memang masih banyak yang belum paham soal vaksin.

Untungnya, penjelasan tentang cara kerja vaksin dan pengembangannya bisa Anda temukan di sini. Semua informasinya bisa Anda pelajari agar lebih memahami alasan kenapa eksistensi vaksin penting di dunia medis dan alasan kenapa mayoritas orang perlu divaksin.

Mengenal Apa Itu Vaksin

Penting untuk Anda catat bahwa ada empat jenis bioteknologi yang paling umum di dunia, yaitu di bidang medis, pertanian, industrial, dan lingkungan. Salah satu contoh bioteknologi di bidang medis adalah vaksin, yang mengandung bakteri atau virus.

Anda pun tidak perlu khawatir karena bakteri atau virus tersebut dimasukkan ke dalam tubuh dalam keadaan mati, hanya tersisa komponen protein atau mRNA saja. Beberapa virus atau bakteri tersebut ada yang masih hidup, namun sifatnya lemah dan tak berbahaya.

Sebaliknya, vaksin bisa membentuk antibodi atau sistem pertahanan tubuh yang lebih baik terhadap virus tersebut. Hal ini membuat Anda tidak mudah terjangkit penyakit yang berhubungan dengan virus atau bakteri yang sama dengan di dalam vaksin.

Contoh nyatanya adalah saat pandemi Covid-19, ketika penularan virus berjalan dengan sangat massive. Hampir setiap hari ada orang baru yang tertular, mengingat tubuh belum punya sistem kekebalan tubuh khusus untuk virus Corona yang memicu Covid.

Para peneliti pun berusaha untuk segera mengembangkan vaksin Covid agar sistem kekebalan tubuh lebih kuat terhadap virus Corona. Hasilnya, setelah mayoritas orang mendapatkan vaksin, penularan virus tidak semasif dulu. Hal ini karena ada antibodi baru.

Cara Kerja Vaksin Berbasis Bioteknologi

Karena teknologi yang terus berkembang, kini mulai banyak bermunculan vaksin bioteknologi. Karena alasan itulah proses pembuatan lebih cepat daripada vaksin konvensional. Jika biasanya butuh waktu hingga bertahun-tahun lamanya, kini bisa lebih singkat.

Sebelum ada bioteknologi, peneliti harus harus menggunakan protein, mRNA, atau partikel lain dari patogen asal. Tapi kini, ada teknologi yang bisa membantu para peneliti untuk melakukan rekayasa genetik, sehingga proses pengembangnya semakin cepat.

Secara garis besar, cara kerja vaksin berbasis bioteknologi itu cukup mudah untuk Anda pahami, yaitu sebagai berikut!

  • Peneliti menyiapkan melakukan seleksi sel virus atau bakteri dengan karakteristik tertentu dan media pertumbuhan yang teroptimasi.
  • Setelah sel dengan karakter tersebut tumbuh, peneliti akan memanen produk dan memurnikannya, lalu mengelola limbahnya.
  • Apabila sel sudah bebas dari residu media produksi, komponen sel inang, atau kontaminan eksternal, vaksin siap digunakan.
  • Dokter dan/atau tenaga medis akan memasukkan vaksin ke dalam tubuh manusia, biasanya dengan alat suntik.
  • Vaksin membentuk antibodi di dalam tubuh dan membuat Anda lebih kebal dari infeksi virus atau bakteri dengan sifat yang serupa.

Perkembangan Vaksin Bioteknologi

Pada dasarnya, ada semakin banyak contoh produk bioteknologi berupa vaksin, salah satunya adalah vaksin Covid. Hal ini karena ada perkembangan bioteknologi di bidang kesehatan untuk membuat vaksin, seperti berikut!

1. Algoritma AI

Pertama ada teknologi AI yang bisa membantu peneliti untuk melihat algoritma pada vaksin. Dulu, peneliti harus mencoba semua kemungkinan satu per satu. Inilah alasan mengapa pengembangan vaksin membutuhkan waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun.

Tapi kini, sudah ada AI yang menyajikan algoritma dan memerkirakan efektivitas vaksin sebelum masuk ke tahap uji klinis. Hasilnya, proses pencarian kandidat vaksin yang paling efisien bisa memakan waktu lebih cepat daripada cara lama yang serba manual.

2. Vaksin Berbasis DNA

Dunia medis bisa berlangsung semakin maju karena penemuan vaksin berbasis DNA. Berbeda dengan vaksin mRNA dan vaksin lainnya, vaksin DNA memakai materi genetik untuk memproduksi sel antigen tertentu yang memicu respon imun di dalam tubuh.

Vaksin ini tidak hanya lebih efisien, tapi juga lebih aman di dalam tubuh manusia karena bisa beradaptasi dengan jauh lebih mudah.

Penutup

Itulah cara kerja vaksin berbasis bioteknologi dan perkembangannya di dunia medis, lengkap dengan pengertian yang mudah dipahami. Karena ada teknologi baru ini, proses pembuatan dan pengembangan vaksin bisa berjalan lebih cepat dan efisien.