Jika pernah memasak atau familier dengan industri pangan, mungkin Anda sudah pernah mendengar istilah fermentasi. Hanya saja, masih banyak yang belum tahu hubungannya dengan bioteknologi. Padahal, fermentasi dalam bioteknologi itu sangat umum.
Sadar tidak sadar, Anda pasti pernah menemukan contoh produk bioteknologi yang berhubungan dengan fermentasi di kehidupan sehari-hari. Karena itu, pastikan Anda mengenal fermentasi dalam bioteknologi lebih jauh, termasuk produk yang dihasilkan.

Mengenal Fermentasi dalam Bioteknologi
Singkatnya, fermentasi adalah proses pengubahan bahan organik di dalam pangan menjadi zat alkohol, gas, atau asam. Pada umumnya, bahan organik yang diubah adalah karbohidrat dengan bantuan bakteri, jamur, ragi, dan mikroorganisme lainnya.
Dulu proses fermentasi membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa berhari-hari karena harus mengandalkan kontaminasi alami. Contohnya saat Anda membuat starter roti sourdough yang membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu.
Namun dengan bantuan teknologi, Anda bisa membuat makanan yang perlu fermentasi dengan jauh lebih cepat. Hal ini karena pemberian mikroorganisme secara langsung pada adonan makanan, berupa substrat atau bahan dasar yang akan difermentasi.
Penting untuk Anda catat jika setiap mikroorganisme akan mengubah bahan organik dengan hasil yang berbeda-beda. Jadi pastikan memilih mikroorganisme yang paling tepat untuk fermentasi makanan yang tepat agar hasilnya lebih maksimal.
Contoh Produk Fermentasi
Secara garis besar, ada banyak contoh fermentasi yang sering Anda temukan di kehidupan sehari-hari, seperti di penjelasan berikut ini!
1. Roti
Ketika memakan roti, Anda mungkin menyadari jika ada serat-serat halus yang membuatnya terasa empuk. Serat tersebut berasal dari proses fermentasi dengan menggunakan ragi. Ragi tersebut berasal dari fungi yang bernama Saccharomyces cerevisiae.
Fungi tersebut bertugas untuk mengubah bahan organik menjadi gas, sehingga roti mengembang. Ketika membuatnya, Anda biasanya harus mengistirahatkan adonan selama satu jam sebelum membentuknya dan istirahatkan setengah jam lagi setelah membentuknya.
2. Yogurt
Salah satu contoh bioteknologi fermentasi lain yang umum di kehidupan sehari-hari adalah yogurt. Caranya dengan menambah bakteri Lactobacillus bulgaricus ke dalam susu untuk memecah laktosa jadi asam. Meski mengandung bakteri, tapi makanan ini tetap aman.
Anda bahkan bisa mendapatkan nutrisi baru dari yogurt yang tidak ada di dalam susu. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan fermentasi, yaitu untuk peningkatan nutrisi. Selain itu, profil rasanya pun lebih kompleks dan enak daripada susu pada umumnya.
3. Tape
Ada juga mikroorganisme yang bisa mengubah bahan organik jadi alkohol, misalnya pada proses fermentasi tape. Caranya adalah dengan menambahkan jamur Saccharomyces cerevisiae pada singkong atau ketan, sama seperti jamur pada ragi.
Jamur tersebut nantinya akan mengubah bahan organik berupa glukosa menjadi alkohol dan gas. Karena itu, Anda juga perlu menambahkan fungi Rhizopus oryzae untuk memecah pati menjadi glukosa agar proses pembuatan tape jadi sempurna.
Karena bisa mengubah glukosa jadi alkohol, banyak orang menggunakan Saccharomyces cerevisiae untuk membuat bir. Jadi, mikroorganisme yang digunakan untuk membuat roti, tape, dan beberapa makanan fermentasi lain terbuat dari fungi ini.
4. Tempe
Salah satu makanan sehari-hari, yaitu tempe, juga berasal dari fermentasi. Ada banyak bakteri yang berperan dalam proses pembuatan tempe dari kedelai, misalnya seperti Lactiplantibacillus plantarum yang berperan untuk menurunkan pH selama perendaman.
Setelah itu, Anda juga harus menambah bakteri Klebsiella pneumoniae ke dalam adonan tempe untuk memperkaya nutrisi di dalam makanan tersebut. Proses fermentasi dalam bioteknologi ini sangat penting guna menambah kandungan vitamin, khususnya vitamin B12.
Tempe juga mengandung beberapa fungi, bisa Anda lihat dari serat-serat putih di sekitar kacang kedelai. Pada umumnya, pengrajin tempe menggunakan Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae untuk menyatukan kacang kedelai dan menambah nilai gizinya.
Selain bisa meningkatkan nutrisi pada kacang kedelai dan mengubahnya jadi tempe, mikroorganisme di atas juga bisa membuat makanan lebih ramah di usus dan pencernaan.
Penutup
Itulah penjelasan tentang fermentasi dalam bioteknologi yang perlu Anda ketahui, termasuk contoh produknya. Anda bisa menemukan semua produk tersebut dengan mudah, entah itu di warung dekat rumah, di pasar tradisional, hingga di supermarket besar.




