Pemanfaatan teknologi di dunia medis terus berkembang dari hari ke hari untuk menemukan inovasi baru yang lebih efektif dan efisien. Stem cell adalah salah satu inovasi yang memungkinkan sel untuk melakukan regenerasi dan memperbaiki sel yang rusak.
Hanya saja, beberapa dari Anda masih banyak yang belum familier dengan apa itu stem cell, padahal eksistensinya sangat penting di bidang kesehatan. Karena alasan itu, pastikan Anda menyimak penjelasan pengertiannya dan pemanfaatannya dalam dunia medis di sini!

Pengertian Stem Cell
Secara garis besar, pengertian stem cell adalah sel induk. Anda juga akan mengenalnya dengan nama sel punca. Semua sel lain di dalam tubuh berasal dari induk ini, mengingat sifatnya yang bisa membelah dan memperbanyak diri menjadi sel anak.
Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi pada sel anak, entah menjadi sel induk yang baru atau berubah menjadi sel dengan fungsi khusus. Proses ini akan Anda kenal dengan nama diferensiasi, bisa terjadi di dalam tubuh maupun di laboratorium pada kondisi tertentu.
Sel induk baru akan kembali membelah diri menjadi sel-sel anak, sementara sel dengan fungsi khusus akan berpindah ke organ yang bersangkutan. Hasilnya, sel jantung akan berpindah ke jantung, sel otak ke otak, sel darah ke aliran darah, dan lain sebagainya.
Pemanfaatan Stem Cell dalam Dunia Medis
Pada penjelasan di atas, cara kerja stem cell itu unik karena bisa memperbanyak diri dan berkembang menjadi sel-sel lain dengan fungsi tertentu. Hal ini membuat banyak ilmuwan tertarik dengan eksistensi sel induk dan ingin memanfaatkannya di dunia medis.
Beberapa contoh stem cell yang bisa dilakukan di bidang kesehatan adalah sebagai berikut!
1. Mengganti Sel yang Rusak
Karena bisa memperbanyak sel dan menghasilkan sel-sel dengan fungsi khusus tertentu, Anda bisa memanfaatkan stem cell untuk mengganti sel yang rusak. Contohnya jika ada sel yang rusak akibat kemoterapi, maka bisa diganti dengan stem cell.
2. Memperbaiki Produksi Insulin pada Penderita Diabetes
Salah satu hal yang memicu diabetes adalah ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin. Dulu, satu-satunya cara untuk mengontrol diabetes adalah dengan menyuntikkan hormon insulin ke dalam tubuh secara langsung.
Namun kini, Anda juga bisa memanfaatkan stem cell untuk menambah produksi insulin di dalam tubuh agar bisa kembali normal. Caranya dengan mengganti sel-sel yang rusak, terutama yang berkaitan dengan produksi hormon insulin di dalam tubuh.
3. Regenerasi Sel dan Pemulihan Jaringan Pasca Operasi
Selama operasi, mungkin ada beberapa sel yang rusak atau hilang, termasuk saat operasi jantung. Tubuh perlu waktu untuk melakukan regenerasi. Tapi sekarang, proses regenerasinya bisa berjalan dengan lebih cepat karena sudah ada teknologi stem cell.
Hal yang sama juga berlaku untuk pemulihan jaringan pasca operasi besar, contohnya seperti jaringan saraf yang rusak saat cedera tulang belakang. Stem cell bisa membantu proses pemulihan jaringan agar berjalan dengan lebih cepat dan lebih efisien.
Aturan Terapi Stem Cell di Indonesia
Terapi stem cell di Indonesia sudah ada dan sudah legal, namun pengawasannya masih sangat ketat. Anda hanya bisa melakukannya dengan stem cell dewasa, tidak boleh dengan stem cell embrio. Anda juga tidak boleh memakai sel selain dari manusia.
Selain itu, Anda juga harus melakukan screening kesehatan dan melakukan tes resiko reaksi hipersensitivitas. Hal ini karena efek sampingnya yang cukup besar, seperti respon imun yang tidak diinginkan dan risiko terjadinya tumor di dalam tubuh meningkat.
Pada beberapa pasien dengan kondisi tertentu, terapi stem cell bisa memicu toksisitas serta hipersensitivitas yang bisa merugikan tubuh. Karena itu, tidak semua dokter bisa melakukan terapi ini dan tidak semua pasien bisa menjalaninya dengan aman.
Anda wajib mencari dokter terbaik di fasilitas kesehatan yang sudah memiliki izin untuk memulai terapi stem cell.
Penutup
Secara garis besar stem cell adalah salah sel induk yang bisa membelah dan menggandakan diri menjadi sel anak. Kini, pemanfaatannya sudah ada di Indonesia, namun Anda harus tetap berhati-hati saat mengikuti prosedurnya.



