Salah satu topik ilmiah modern yang paling menarik untuk dibahas yaitu rekayasa genetika. Sudah banyak produk inovatif terlahir dari perkembangan teknik bioteknologi yang satu ini.
Bahkan beragam produk hasil rekayasa genetika telah umum digunakan, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari. Mau tahu lebih dekat tentang teknologi inovatif ini? Yuk, simak pengertian dan contohnya.

Apa itu Rekayasa Genetika?
Rekayasa genetika adalah serangkaian teknik yang digunakan untuk memodifikasi gen dari suatu organisme (makhluk hidup) untuk menghasilkan kemampuan tertentu.
Teknik rekayasa genetika meliputi menghilangkan, mengganti, atau menyisipkan materi genetik. Tujuannya biasanya untuk mengubah sifat sel atau menghasilkan senyawa tertentu.
Organisme yang mengalami modifikasi secara genetik dikenal dengan sebutan GMO (genetic modified organism). Sebagai contoh, memasukkan gen manusia ke dalam sel bakteri untuk menghasilkan protein manusia.
Sel bakteri bisa memperbanyak diri dengan sangat cepat. Setiap kali bakteri membelah diri menghasilkan anakan, maka gen manusia yang dimasukkan juga akan ikut diperbanyak. Alhasil, bakteri bisa memproduksi lebih banyak protein manusia.
Pemanfaatan Rekayasa Genetika
Ada banyak contoh rekayasa genetika yang mendorong kemajuan berbagai bidang, antara lain:
1. Pertanian
Sektor pertanian telah banyak menghasilkan rekayasa genetika produk, seperti tanaman yang memiliki ketahanan terhadap hama dan tanaman budidaya dengan produktivitas unggul.
Salah satu contohnya yaitu pengembangan golden rice (padi emas) pada tahun 1990an oleh ilmuwan bernama Ingo Potrykus dan Peter Beyer. Golden rice mengandung gen dari daffodil dan bakteri tanah yang memungkinkan produksi prekursor vitamin A.
2. Peternakan
Terdapat beberapa hewan ternak unggul yang merupakan GMO. Contohnya yaitu AquAdvantage salmon yang mampu tumbuh jauh lebih cepat. Hal tersebut memungkinkan pemanenan salmon dalam waktu lebih singkat.
FDA telah mengizinkan AquAdvantage salmon sebagai bahan konsumsi sejak tahun 2015.
3. Kesehatan
Pemanfaatan rekayasa genetika dalam bidang kesehatan memberikan banyak dampak positif. Beberapa contohnya yaitu produksi insulin menggunakan bakteri Escherichia coli, produksi vaksin, dan produksi hormon pertumbuhan.
4. Industri
Mikroorganisme hasil modifikasi genetik juga telah banyak digunakan dalam industri. Sebagai contoh, pemanfaatan bakteri untuk menghasilkan berbagai senyawa seperti enzim, bahan bakar, dan senyawa untuk obat-obatan.
5. Penelitian
Modifikasi genetik bermanfaat untuk mempelajari fungsi gen, misalnya untuk mengembangkan bakteri dengan kemampuan khusus. Teknik ini juga ilmuwan gunakan untuk mempelajari mekanisme penyakit, dan opsi perawatan yang lebih tepat.
Kontroversi terkait Rekayasa Genetika
Biarpun memberikan beragam manfaat, rekayasa genetika memunculkan sejumlah kontroversi. Hal ini karena kekhawatiran bahwa perubahan dalam tingkat genetik bisa menimbulkan dampak yang tidak terduga.
Berikut beberapa pertimbangan yang membuat teknologi inovatif ini masih kontroversial:
1. Perkawinan Silang GMO
Terjadinya perkawinan antara organisme yang telah mengalami modifikasi genetik dengan organisme alami bisa menyebabkan perubahan keseimbangan ekosistem.
GMO sering kali membawa sifat unggul, misalnya jagung anti hama. Maka, ada potensi tanaman jagung alami alami kelamaan tergeser. Hal ini bisa mengganggu rantai makanan hingga membuat tanama jagung alami punah.
2. Hak Konsumen
Kebanyakan produk pertanian modern menggunakan bibit unggul yang lahir dari modifikasi genetik. Padahal tidak semua konsumen lebih memilih produk GMO daripada bahan makanan organik.
3. Nilai Etis
Modifikasi gen juga memunculkan pertanyaan mengenai kode etis, terutama dalam konteks manusia. Hingga sekarang masih banyak perdebatan terkait batas dan tanggung jawab pemanfaatan rekayasa genetika.Itulah serba serbi rekayasa genetika yang perlu kamu ketahui. Kendati menimbulkan cukup banyak perdebatan, berbagai produk dari bioteknologi ini telah memberikan manfaat signifikan.




